Kritik
Chalmers terhadap induksi
Menurut
Chalmers, pandangan induktivitas naif tentang ilmu merupakan suatu usaha yang memformalisasi
pandangan popular tentang ilmu. Disebut induktivis karena didasarkan pada
penalaran induktif. Pandangan kaum induktivis adalah sangat keliru dan bahkan
menyesatkan secara berbahaya karena menurut mereka ilmu bertolak dari
observasi. Keterangan-keterangan observasi menjadi dasar untuk menarik hukum
dan teori yang membentuk pengetahuan ilmiah. Penyimpulan induktif yang jelas valid
karena memenuhi criteria yang telah di spesifikasi oleh prinsip induksi, dapat
membawa ke satu keimpulan yang salah, sekali pun fakta menunjukkan bahwa semua
premisnya benar. Dengan demikian, jelas induksi tidak dapat dibenarkan
berdasarkan logika semata-mata.
Disamping
berputar-putar dalam usaha untuk membenarkan prinsip induksi, prinsip induksi
masih menderita banyak kekurangan dan kelemahan. Kelemahan-kelemahan tersebut
berpangkal pada kekaburan dan kebimbangan dari tuntutan bahwa “sejumlah besar” observasi
harus dilakukan pada “variasi keadaan yang luas”. Variasi kondisi yang luas
dalam prinsip induksi telah menimbulkan persoalan-persoalan serius bagi kaum
induktivis.
Makin
besar jumlah observasi yang membentuk dasar suatu induksi, makin besar variasi
kondisi di mana observasi dilakukan, maka makin besarlah pula probabilitas
hasil generalisasi itu benar. Sekalipun, prinsip induksi dalam bentuk versi
probabilitas dapat dibenarkan, ia tetap masih menimbulkan persoalan lanjuta
yang harus dihadapi oleh kaum induktivis yang sangat berhati-hati. Persoalan
itu berhubungan dengan kesulitan yang di jumpai bila mencoba menentukan secara
persis bagaimana probabilitas suatu hukum atau teori dilihat dari segi
pembuktian yang terperinci.
Hume
telah menunjukkan bahwa induksi tidak dapat dibenarkan dengan mengajukan appeal
kepada logika atau pengalaman lalu menyimpulkan bahwa ilmu tidak dapat
dibenarkan secara rasional. Selain itu, salah satu yang melemahkan induktivitas
bahwa semua pengetahuan non-logis mesti berasal dari pengalaman dan menentang
masuk akalnya prinsip induksi atas dasar beberapa pertimbangan lain.
Bagaimanapun, menganggap prinsip induksi sebagai suatu hal yang sudah jelas
tidaklah diterima. Karena “jelas” itu relatif dan banyak tergantung pada tingkat
pendidikan seseorang. Respon ketiga terhadap problema induksi melibatkan
penolakan bahwa ilmu didasarkan pada induksi.
Kritik
Chalmes terhadap deduksi
Prinsip
deduktif bagi kalangan ilmuwan adalah hukum-hukum dan teori yang bersifat
universal, maka dari situ dimungkinkan baginya menarik konsekuensi-konsekuensi
yang bias digunakan untuk memberikan penjelasan-penjelasan dan ramalan-ramalan.
Prinsip dari suatu deduksi apabila premise-premise suatu deduksi benar secara
logis, maka kesimpulan mesti benar. Akan tetapi, logika dan deduksi saja tidak
dapat mengukuhkan kebenaran mengenai keterangan fakta-fakta. Suatu argumen bisa
merupakan deduksi logis yang sempurna, walau pun ada premise yang tidak sesuai
dengan kenyataan sebenarnya. Oleh karenanya, deduksi logika saja tidak dapat
berlaku sebagai sumber suatu keterangan yang benar tentang dunia. Deduksi
berkaitan dengan penarikan keterangan-keterangan dari keterangan-keterangan
lain yang sudah diketahui.