Kenangan
Hari berjalan begitu cepat, detik, jam, hari hingga berbulan-bulan sudah aku selalu mengamati mu. Mengamati tingkahmu, candamu, dan kebaikan yang selalu kau berikan padaku. Mungkin engkau adalah salah satu orang yang membuat perubahan pada diriku. Perubahan pendewasaan, sikap, dan tanggung jawab. Dulu dan sekarang aku berbeda, dulu aku adalah Ana seorang anak yang malu, manja, dan pendiam. Tapi setelah aku mengenal dirimu, aku menjadi seorang Ana yang pemberani, dewasa, dan percaya diri. Kau mungkin akan menjadi bagian kenangan hidup dalam diri Ana. Karna engkau, aku juga mengenal arti mencintai yang tulus. Mencintai seseorang yang bukan karna tampang, fisik, maupun harta. Tapi karna sikap, kebaikan, dan ketulusan dirimu yang engkau berikan kepada semua orang. Engkau mungkin lelaki berbeda yang pernah aku temui, lelaki yang selalu mau membantu, menjadi tempat keluh kesah serta curahan hati. Kau bisa menjadi teman, sahabat, bahkan menjadi seorang sosok kakak.
Karna engkau juga, aku mengerti dan merasakan bagaimana rasa cinta yang sesungguhnya. Cinta bukanlah kata-kata yang sederhana untuk di ungkapkan. Karna cinta itu universal. Semua orang pasti butuh cinta, karna tanpa cinta dan kasih sayang tak akan ada arti dan kenangan dalam hidup ini. Begitu juga yang di alami pada diriku. Mungkin hanya perasaanku saja yang seperti ini. Karna kau menganggap diriku hanya entah sebagai teman atau sahabat. Tapi tak apa, daripada kau menganggap diriku seorang musuh.
Kenangan. Ya, kau merupakan kenangan dalam duniaku. Berbulan-bulan kau selalu ada dan hadir dalam setiap keluh kesahku. Karna kebaikanmu itulah, mungkin ini yang menjadi salah satu alasan untuk mengagumi sosok dirimu. Terkadang aku berfikir, apakah kita hanya sebatas ini hingga esok, atau mungkin bisa lebih. Tapi aku tak banyak berharap. Aku masih menyukai kita dalam hubungan seperti ini. Kita yang bisa menjadi teman untuk berbagi keluh kesah, dan teman yang saling membantu.
Terkadang perasaan ini yang membuat perubahan dalam diri seorang Ana. Aku tak mau engkau menjauh karna hal ini, karna perasaan yang berbeda. Tapi, mengapa akhir-akhir ini malah kau yang berbeda? Kau bukanlah Reno yang dikenal seorang Ana. Apakah ada yang salah? Ataukah karna kau menyukai seseorang sehingga kau memilih menjauh..Memang, pertemuan kita yang lalu membuat perubahan dalam diriku, pendewasaan dalam menanggapi suatu masalah. Dulu kau selalu menyempatkan membalas pesan singkat dari seorang Ana, menerima keluh kesah dan sedikit curhatan, namun akhir-akhir ini apa yang terjadi pada dirimu? Perubahan serta sikapmu? Kau tak pernah membalas pesan-pesan itu, bertemu saja kau tak mau bertatap muka hingga berjabat tangan.Mungkin saja ini menjadi pertemuan terakhir kita tapi semoga saja tidak. Walaupun kau disana dengan seseorang yang lebih lama kau kenal dan mungkin kau sukai, aku lebih bahagia. Karna itu adalah kebahagian yang kau inginkan. Tetapi apakah kau perlu juga menjauhi diriku seperti ini untuk menambah kebahagiaanmu? Entahlah, tetapi yang jelas engkau bisa dikatakan sebagai kenangan yang pahit tetapi selalu manis jika untuk dikenang...Karna suatu saat pasti akan indah pada waktunya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar